Galang Dana Korban Gempa NTT, BAZNAS Sidoarjo Kolaborasi dengan RSI Siti Hajar dan Sekawan Bumi di CFD

BAZNAS Sidoarjo berkolaborasi bersama RSI Siti Hajar dan Sekawan Bumi menggelar aksi galang dana untuk membantu korban gempa NTT. Kegiatan ini berlangsung di area CFD sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan bagi saudara-saudara yang terdampak bencana.

Red K3 Insight

9/6/20263 min read

Sidoarjo, 6 September 2026 - Kepedulian terhadap warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) diwujudkan melalui aksi kolaboratif di Car Free Day (CFD) Sidoarjo. BAZNAS Kabupaten Sidoarjo berkolaborasi dengan RSI Siti Hajar Sidoarjo dan Sekawan Bumi Foundation dalam aksi penggalangan dana untuk membantu korban gempa di wilayah Flores, NTT.

Kolaborasi tersebut diinisiasi BAZNAS Sidoarjo dengan mengajak masyarakat berpartisipasi melalui sejumlah aktivitas yang memberikan manfaat sekaligus membuka ruang donasi.

Dalam kegiatan ini, RSI Siti Hajar Sidoarjo menyediakan paket Medical Check Up (MCU) bagi masyarakat. Sebagian keuntungan dari penjualan paket tersebut disalurkan untuk membantu korban gempa NTT.

Tak hanya melalui program kesehatan, RSI Siti Hajar juga turut menghadirkan maskot ROSHI yang menyapa dan menghibur masyarakat di area CFD. Kehadiran ROSHI menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung, khususnya keluarga dan anak-anak yang hadir.

Suasana kegiatan juga semakin meriah dengan penampilan musik akustik dari Roket Band yang turut dihadirkan RSI Siti Hajar. Musik akustik tersebut membuat aksi penggalangan dana berlangsung lebih santai dan dekat dengan masyarakat, tanpa menghilangkan pesan utama tentang kepedulian terhadap korban bencana.

Sementara itu, Sekawan Bumi Foundation membawa semangat kepedulian lingkungan melalui penjualan tanaman di area CFD. Hasil penjualan tanaman tersebut akan diberikan sebagai donasi bagi masyarakat terdampak gempa di NTT.

Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, Lukman Hakiem, S.Th.I, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi contoh bagaimana lembaga dengan latar belakang dan bidang yang berbeda dapat bergerak bersama untuk menghadirkan manfaat sosial.

“Ini adalah kolaborasi yang apik antara RSI Siti Hajar, BAZNAS Sidoarjo, dan Sekawan Bumi. Masing-masing punya peran dan cara sendiri untuk berkontribusi, tetapi tujuannya sama, yaitu membantu saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah. Kepedulian seperti ini yang perlu terus kita rawat dan gerakkan bersama,” ujar Lukman ditemui dalam kegiatan.

Lukman mengatakan, dukungan masyarakat Sidoarjo terhadap korban gempa NTT hingga kini terus menunjukkan kepedulian yang besar. Berdasarkan penghimpunan BAZNAS Sidoarjo hingga Jumat (4/9/2026), donasi yang terkumpul telah mencapai Rp1,543 miliar.

Meski jumlah tersebut telah mencapai angka yang signifikan, BAZNAS Sidoarjo masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berkontribusi. Penggalangan dana untuk korban gempa NTT tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 10 September 2026.

“Kami masih membuka ruang bagi masyarakat yang ingin ikut membantu. Harapannya, semangat gotong royong ini tidak berhenti pada satu kegiatan saja, tetapi terus bergerak sehingga semakin banyak masyarakat Sidoarjo yang terlibat membantu warga Flores, NTT, yang masih berada dalam masa tanggap darurat pascagempa,” kata Lukman.

Dari sisi kesehatan, Direktur Utama RSI Siti Hajar Sidoarjo, dr. H. Iqbal Faizin, M.Kes., AIFO-K, mengatakan keterlibatan rumah sakit dalam aksi tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.

“Rumah sakit bukan hanya tempat memberikan pelayanan ketika seseorang sakit. Kami juga ingin hadir dalam persoalan-persoalan kemanusiaan. Melalui program MCU ini, masyarakat mendapatkan manfaat kesehatan, sementara sebagian dari manfaat ekonomi program tersebut dapat kembali diberikan kepada saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan bantuan di NTT,” ujar dr. Iqbal.

Menurutnya, kolaborasi dengan BAZNAS Sidoarjo dan Sekawan Bumi menunjukkan bahwa kepedulian dapat dilakukan melalui berbagai bentuk kontribusi.

“Ketika berbagai pihak bergerak bersama dengan perannya masing-masing, dampaknya tentu bisa lebih besar. Semangat inilah yang ingin kami bangun, bahwa kesehatan, kepedulian sosial, dan kemanusiaan bisa berjalan beriringan,” imbuhnya.

Sementara itu, Co-Founder Sekawan Bumi Foundation, Fahmi Adimara, mengatakan keterlibatan Sekawan Bumi dalam aksi tersebut menjadi cara untuk menghubungkan gerakan lingkungan dengan aksi kemanusiaan.

“Kami membawa tanaman karena kami percaya bahwa gerakan lingkungan tidak harus berhenti pada isu lingkungan saja. Hari ini, orang membeli tanaman, kemudian seluruh hasil penjualannya kita salurkan untuk membantu korban gempa di NTT. Jadi ada manfaat untuk lingkungan sekaligus manfaat untuk kemanusiaan,” kata Fahmi.

Ia berharap model kolaborasi tersebut dapat terus dikembangkan sehingga masyarakat memiliki semakin banyak pilihan untuk berkontribusi.

“Kami ingin membuat kebaikan menjadi sesuatu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tidak semua orang bisa memberikan donasi dalam jumlah besar, tetapi seseorang bisa membeli satu tanaman, melakukan MCU, atau sekadar mengajak orang lain untuk berdonasi. Ketika dilakukan bersama-sama, kontribusi kecil itu bisa menjadi sesuatu yang besar,” ujarnya.

Selain menjadi ruang penggalangan dana, kegiatan di CFD Sidoarjo juga dikemas dengan suasana yang lebih ramah bagi masyarakat. Kehadiran ROSHI dan penampilan Roket Band membuat kegiatan berlangsung lebih interaktif dan menarik perhatian pengunjung CFD.

Melalui kolaborasi BAZNAS Sidoarjo, RSI Siti Hajar, dan Sekawan Bumi Foundation, semangat gotong royong dibangun melalui berbagai pendekatan, mulai dari donasi, layanan kesehatan, kepedulian lingkungan hingga aktivitas hiburan yang melibatkan masyarakat.

Ketiga pihak berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk mengambil bagian dalam membantu proses pemulihan warga terdampak gempa NTT.